I wanna be with you

Author                  : Himmearisa

 

Cast                       : Lee Yoonhae

                                  Choi Siwon

 

Other cast           : Cho Kyuhyun

                                 Kim Minrin

                                 All Member Super Junior

Genre                   : Romance, Family, Drabble

 

Anyeonghaseyo ^^ kali ini, aku mau ngepost ff pertama buatanku. Maaf kalau jelek atau aneh, kesamaan cast, cerita tanpa kesengajaan. Yang pasti cast hanya milik TUHAN YANG MAHA ESA.  Mohon tidak nge-BASH. Lebih baik komen aja ya 😀 ok deh, langsung aja.. Selamat membaca >.<

 

Sejak kejadian beberapa hari lalu Choi Siwon, namja yang sebelumnya membenci sekali calon istrinya kini rasa benci itu memudar seketika, ketika melihat dari pintu kaca kamar rumah sakit seorang yeoja yang kini terbaring tak sadarkan diri dengan alat bantu yang menopang hidupnya sungguh menyedihkan. Rasa bersalah menyeruak hingga ulu hatinya. Iya Lee Yoonhae yeoja yang ia tidak ingin bertemu dalam hidupnya, Lee Yoonhae yang ia anggap sebagai yeoja penghalang kebebasan hidupnya, yeoja yang paling ia benci di dunia telah menyelamatkan nyawanya. Padahal sebelumnya yang ia berikan padanya hanya ketidakpedulian dan kebencian kepadanya bahkan mellihat dia adapun tidak. Sebenarnya Choi Siwon merupakan namja yang baik, ramah tapi hanya pada Yoonhae saja dia begitu, ia menganggap Yoonhae hanya menyusahkan hidupnya dan menjadi perusak hubungannya dengan  Yoona karena harus menikahi Yoonhae dia akhirnya terpaksa memutuskan hubunganya dengan Yonna, yeoja yang sama sekali tidak ia cintai apalagi sudah beberapa bulan ini dia tinggal serumah dengan Yoonhae itu dikarenakan paksaan orang tua Siwon yang menginginkan dia nikah dengan Yoonhae.

 

FLASH BACK

 

_Siwon POV_

“ yak !  kau tidak perlu datang ke tempat latihanku hanya untuk membawakan aku makan siang, bukankah kau juga perlu latihan?” ucapku datar padanya.

Aku dan dia memang bekerja di salah satu manajemen perusahaan terkemuka di Korea Selatan yaitu SM ent, pihak SM pun tidak masalah bila aku nanti akan menikah dan sebelumnya mereka semua sudah mengetahui hubunganku dengan Yoonhae saat ini, hanya saja jika kami menikah nanti hal ini perlu dirahasiakan dari publik. Sebenarnya aku sudah terjun duluan dengan group Super Junior, sedangkan dia baru saja ditraining menjadi penyanyi solo. Kemarin dia datang membawakan makan siang sebenarnya tak masalah bagiku tapi aku hanya tidak ingin member lain menggodaku dengan dia, jujur aku juga muak dan malas melihatnya belum lagi sifat polosnya kepada member lain yang menyusahkan.

“aku hanya ingin kau tidak telat makan oppa, lagi pula aku juga sudah selesai latihan” ucapnya menghawatirkanku seperti biasa

“kau tau aku tidak butuh masakan buatanmu, aku bisa makan bersama member lain tanpa kau bawakan masakanmu itu. Lagipula kau bukan yeojachinguku atau apapun kita begini hanya karena paksaan orang tuaku saja apa kau lupa? Sudah kukatakan dari dulu lebih baik kau pergi saja dari kehidupanku itu lebih baik, kau hanya menyusahkanku Lee Yoonhae, kenapa kau masih saja bertahan hah??” panjang lebar aku katakan padanya jujur emosiku memuncak saat ini ingin aku pukul dia tapi aku mencoba menahan emosiku bagaimanapun dia yeoja jadi aku tidak bisa berbuat kasar

“aku tidak bisa oppa, aku sudah berjanji pada orang tuamu aku.. aku mencintaimu oppa, itu alasanku mengapa aku masih bertahan. Mianhe menyusahkanmu” jawaban itu yang selalu ia katakan ekspresi wajahnya seperti menyiratkan kesedihan tapi entahlah aku tidak mau berpikir tentang dia , huh bosan aku mendengarnya

“huh, terserah kau saja, kau sudah tau sendiri jawabanku apa. Aku tidak mencintaimu”

“arraseo, eung oppa aku sudah membuatkanmu sarapan , kajja makan dulu” ucapnya mengalihkan pembicaraan tadi dan tersenyum padaku

“shireo” ku tolak ajakanya dan bergegas aku keluar rumah menuju dimana mobil diparkir tapi dia menyusulku dan pasti dia akan memaksaku membawa bekal seperti biasa, tetapi ketika aku akan menuju ke mobilku yang aku parkir diluar rumah tepatnya di  jalan. tiba- tiba saja…

“ OPPA AWAS…” dia mendorongku ke tepi jalan dan setelah itu yang aku dengar hanya suara dentuman keras BRAKKK, tubuhnya yang tertabrak motor, aku melihatnya terpental seketika jatuh ke jalan aspal dengan darah yang terus mengalir ditubuhnya dan bekal makanan yang ia bawakan berceran kemana-mana. Aku shock melihatnya tanpa pikir panjangku hampiri dia dan segera membawanya ke dalam mobil.

Keringat mengucur deras dari tubuhku dengan kecepatan penuh aku lajukan mobilku menuju rumah sakit. Aku tidak ingin hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Sejak kapan aku peduli begini? Aish Siwon baboya dia telah menyelamatkan nyawamu. Yang penting sekarang aku harus selamatkan dia

 

_Yoonhae POV_

“ yak !  kau tidak perlu datang ke tempat latihanku hanya untuk membawakan aku makan siang, bukankah kau juga perlu latihan?” dengan nada dingin ia berkata seperti itu

“aku hanya ingin kau tidak telat makan oppa, lagi pula aku juga sudah selesai latihan” sungguh aku menghawatirkanmu oppa, aku takut kau sakit karena kau lupa makan hanya karena latihan. Aku tau kau bekerja keras seperti itu demi semua orang yang mendukungmu. Walaupun hal ini dianggap sepele olehmu bagiku ini sangat penting

“kau tau aku tidak butuh masakan buatanmu, aku bisa makan bersama member lain tanpa kau bawakan masakanmu itu. Lagipula kau bukan yeojachinguku atau apapun kita begini hanya karena paksaan orang tuaku saja apa kau lupa? Sudah kukatakan dari dulu lebih baik kau pergi saja dari kehidupanku itu lebih baik, kau hanya menyusahkanku Lee Yoonhae, kenapa kau masih saja bertahan hah??” perkataannya ini sungguh aku sedih, dari hati terdalam aku tidak ingin dia berkata begini walaupun aku sudah terbiasa tapi sungguh ini menyakitkan, bisakah kau tidak berbicara seperti ini oppa?

“aku tidak bisa oppa, aku sudah berjanji pada orang tuamu aku.. aku mencintaimu oppa, itu alasanku mengapa aku masih bertahan. Mianhe menyusahkanmu” hanya itu yang bisa aku katakan, aku sungguh mencintainya dan aku juga sudah berjanji kepada kedua orang tuanya untuk menjaganya dan mendampinginya, aku tak bisa memungkiri saat ini ekspresi wajahku sangat sedih, sedari tadi aku tahan air mata yang berusaha keluar dari kedua mataku

“huh, terserah kau saja, kau sudah tau sendiri jawabanku apa. Aku tidak mencintaimu”  binggo tebakan ku benar ia selalu berkata seperti itu

“ahh arraseo, eung oppa aku sudah membuatkanmu sarapan , kajja makan dulu” ku guratkan senyuman padanya aku tidak ingin berdebat terlalu lama dan aku tidak ingin dia melihatku sedih ya aku tau walaupun aku sedih dia tidak akan mempedulikanku

“shireo” dia pergi begitu saja, segera aku menyusulnya dengan membawa bekal yang telah aku siapkan. Selain sarapan aku juga sudah menyiapkan bekal, itu dimaksutkan bila Siwon oppa tidak sarapan dirumah aku bisa langsung menyuruhnya membawa. Tetapi ketika aku melihat dia akan menuju ke mobilnya ada sebuah motor dengan kecepatan tinggi segera saja aku berlari mendorongnya ketepi jalan

“ OPPA AWAS…” kataku dan seketika aku merasa motor itu menghantam tubuhku hingga aku rasakan darah telah mengucur deras ditubuhku, aku melihat Siwon oppa sekilas ya dia selamat, aku bersukur kepada Tuhan telah menyelamatkanya dan setelah itu pandanganku menjadi gelap.

FLASH BACK END

_author POV_

Siwon saat ini memberanikan diri masuk kedalam kamar dimana Yoonhae terbaring lemah. Saat ia melihat wajah Yoonhae, sekelebat memori hari-hari dimana ia bersama Yoonhae muncul di otaknya, dimana dia memperlakukan Yoonhae dengan dingin, tidak peduli dan kasar. Sedangkan yeoja itu hanya bisa menerima perlakuanya dengan tetap perhatian dan senyumannya yang selalu mengembang diwajahnya. Sampai ia rela merelakan nyawanya demi namja yang bernama Choi Siwon.

Siwon tersenyum miris ketika mengingat hal itu ia tersadar sikapnya selama ini terhadap Yoonhae salah , saat ini yang bisa ia lakukan hanya duduk disebelah ranjang Yoonhae dan terus memandang wajahnya. Hp nya ia biarkan tertinggal di mobil, padahal saat ini manajer dan member Suju lainya berusaha menghubunginya karena hari hari ini ada job yang menunggu dan Siwon belum memberi kabar dan hilang entah kemana . Ia seakan tidak peduli saat ini ada janji atau pekerjaan yang menunggunya. Yang ingin dia lakukan adalah mengucapkan maaf dan terimakasih , ia ingin mengubah sikapnya yang dahulu menjadi lebih hangat kepada Yoonhae saat ia tersadar nanti.

“ nae gwencanayo? Mianhe Yoonhae, gomawo kau rela seperti ini tapi sadarlah aku, eomma, appa semua orang tidak ingin kau seperti ini, ayo sadar dan bertahanlah. Mianhe jeongmal mianhe sikapku saat ini” ucap Siwon saat ini walau kata-kata itu tidak akan di dengar oleh yeoja yang disampingnya.

Hari ini menjelang malam tapi Siwon tak kunjung lepas menjaga Yoonhae. Sejak kecelakaan tadi pagi sampai sekarang tak sedikitpun niat untuk meninggalkanya sendirian sampai pada akhirnya dokter datang memeriksa kembali keadaan Yoonhae

“eung Siwon-ssi kemungkinan untuk bisa tersadar kembali mungkin perlu beberapa hari, saat ini keadaan Yoonhae masih kritis.” Ucap dokter

“keundae dia tidak apa-apakan dok saat tersadar nanti, dia bisa sembuhkan?” nada khawatir terucap dari bibirnya

“nan gwenchana, berdoa saja tuan Choi, pasti tuhan memberikan jalan yang terbaik untuk saat ini lebih baik kau cari penggantimu untuk menjaga Yoonhae disini, dari pagi  sampai sekarang kau belum istirahat sama sekalikan tuan Choi?.” kata dokter bijak

“eung nanti saja dokter saya akan menunggunya lagi”

“Yoonhae akan sedih jika kau sakit hanya karena kau menunggunya seharian tanpa mempedulikan dirimu sendiri”

“arraseo aku akan pulang, kansahamnida” dengan perasaan tidak rela ia meninggalkan Yoonhae dan menuju ke mobilnya

-v-

At Mobil

Siwon melihat handphonenya tergeletak begitu saja di samping jok ia duduk sekarang. Dengan kagetnya Siwon mengecek handphonenya dan mendapati puluhan misscall dan message dari manajer dan member Suju

_Siwon POV_

Aku mengecek handphoneku yang tergeletak sedari pagi di jok ternyata aku lupa membawanya dan memberi kabar yang lain, puluhan misscall dan message dari member dan manajer tercantum dilayar handphoneku “jeongmal baboya Choi Siwon” runtukku kesal dalam hati dan segera aku hubungi Leeteuk hyung

“Yoboseyo hyung..”

“……………”

“mianhe hyung aku sedang berada di rumah sakit, handphoneku tertinggal di mobil”

“………………”

“Yoonhae tadi pagi dia kecelakaan karena menyelamatkanku”

“ehm arra, apa kau tau alamat rumah Minrin hyung? Kalau kau tau beri kirimkan lewat message aku sedang membutuhkanya saat ini untuk menjaga Yoonhae dirumah sakit”

“……………………..”

“gomawo hyung” tut nada telepon terputus beberapa detik kemudian hpku bergetar, segera aku buka dan ternyata ini sms leeteuk hyung yang berisikan alamat Minrin. ku pacu mobilku untuk menuju rumahnya menembus kegelapan malam ini. ya hanya dia sahabat Yoonhae yang bisa menjaganya saat ini. Aku perlu bantuanya

-v-

At Minrin home

_author POV_

TINGTONG..TINGTONG

“sebentar aku bukakan” dengan suara khas dan tampang malas namja itu membukakan pintu

“sepertinya aku mengenal suaru itu” batin Siwon

CEKLEKK

“yak!! Cho Kyuhyun apa yang kau lakukan disini!” Siwon langsung ngomel-ngomel saat melihat wajah namja yang membukakan pintu, tebakan dia benar ternyata suara itu memang suara dongsaeng evilnya yaitu Cho Kyuhyun

“astaga ternyata kau hyung, kau menganggetkanku saja” kyu langsung menepuk lengan siwon dengan muka polosnya

“yak sedang apa kau malam-malam di rumah Kim Minrin saat ini, apa kalian?” ucap Siwon menyelidik. Yang dipikirkan saat ini hal yang tidak-tidak antara Cho Kyuhyun dan Kim Minri

“eh hyung jangan salah sangka, aku hanya mengunjungi dia sebentar, maklum diakan pacarku sekarang”  kyu malu-malu mengucapkanya

“mwo? Jinja? Aish..” siwon masih tidak percaya

“eung Oppa nuguya?” Minrin sela Minrin pada Kyuhyun lalu menatap Siwon

“ah annyeonghaseyo Minrin-ssi” ucap Siwon ramah

“oh anyeonghaseyo Siwon oppa, ada perlu apa oppa datang kesini” seraya membungkukan badanya ” yak Kyuhyun oppa kenapa kau tidak mempersilahkan Siwon oppa masuk kedalam aish” Minrin menatap tajam Kyuhyun sementara yang ditatap cuma cengengesan

“eung tidak perlu Minrin-ssi aku datang kesini hanya ingin meminta bantuanmu, tolonglah”

“kalau aku bisa membantu akan kuusahakan oppa”

“bisakah kau menemani Yoonhae? saat ini dia berada dirumah sakit”

“MWOYA?” ucap Kyu dan Minrin bersamaan

“ceritanya panjang tadinya aku ingin menemaninya tapi dokter tidak mengijinkan, jadi kau maukan menemani Yoonhae?” ucap Siwon dengan tampang memelas

“Ne oppa aku mau dia juga sahabat baikku,sebentar aku siap-siap dulu” belum sempat Minrin pergi untuk bersiap-siap Kyu menarik lenganya

“tunggu chagi, aku antar ya”

“aniy, aku bisa menyetir sendiri oppa pulang saja bersama Siwon oppa lagi pula ini sudah malam kau juga capekkan oppa?”

“shireo sekarang kaukan yeojachinguku , aku tidak akan membiarkan sesuatu terjadi padamu jadi aku akan mengantarmu sampai tujuan dengan perlindungan Angel Kyu, eo? ” kini tanganya beralih memegang pipi Minrin

“aish, ne oppa lepaskan tanganmu!’

Siwon yang menyaksikan adegan romantis di depanya hanya garuk-garuk kepala aslinya sih mau ketawa  tapi ditahan mati-matian habis belum pernah dia melihat seorang Cho Kyuhyun bersikap seperti ini di depan  yeoja

“ehm..ehm, kalau begitu gomawoyo Minrin-ssi atas bantuanya, yak Cho Kyuhyun berhentilah berbuat seperti itu pada Minrin kau harus mengantarkan Minrin dengan selamat arra, anyeong!”

“ehh, arasseo hyung! Bawel sekali sih jadi hyung”

-v-

Sudah 3 hari ini Yoonhae belum sadarkan diri, berita dia kecelakaanpun sudah di ketahui semua orang yang mengenalnya. Banyak yang tak sedih akan hal ini. Hampir setiap hari jika  Choi Siwon sudah menyelesaikan pekerjaanya ia menyempatkan diri  untuk menunggu Yoonhae setidaknya ia bisa melihat wajah yeoja yang ia khawatirkan setiap harinya. Banyak teman yang mengunjunginya.

Saat ini Siwon duduk disamping Yoonhae iya memandangi wajah Yoonhae

“yeppo” batinya. Ia tak memungkiri wajah calon istrinya memang cantik. Bentuk wajahnya yang oval, hidung yang mancung, matanya yang tidak terlalu besar tapi selalu memancarkan kehangatan ketika menatapnya, senyuman khasnya masih selalu terbayang-bayang di pikiran Siwon saat ini.

Tanganya saat ini tak kuasa ingin menyentuh wajah yeoja di sampingnya itu. Menulusuri setiap inchi permukaan wajah yeoja ini. Belum sempat tanganya menyentuh wajah Yoonhae seseorang menganggetkanya.

CHOI SIWON, HENTIKAN! BERANI-BERANINYA KAU MENYENTUHNYA, MENJAGA DIA SAJA TIDAK BISA! AISHH KAU BENAR-BENAR NAMJA BODOH!” teriak seseorang di depanya

-TBC-

Sorry kependekan wkwk, lagi  banyak tugas & kalau nulis nunggu inspirasi datang. Gomawo buat readers yang udah mau baca ^^

 

 

Iklan